Mahasiswa Unima Gelar Aksi Seribu Lilin, Tuntut Keadilan Untuk Maria Mangolo

0
61

Tomohon, Sedetik.id – Dunia pendidikan kembali berduka. Mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi (FIP) Universitas Negeri Manado (Unima) menggelar Aksi Seribu Lilin di depan gedung fakultas, Selasa (30/12/2025).

Aksi kemanusiaan ini dilakukan sebagai bentuk solidaritas terhadap Anthonieta Evia Maria Mangolo, mahasiswi FIP Unima angkatan 2022, yang mengakhiri hidupnya. Korban diduga kuat mengalami pelecehan seksual yang dilakukan oleh oknum dosen Danny Masinambow.

Rangkaian kegiatan aksi diawali dengan doa bersama, dilanjutkan dengan penyalaan lilin sebagai simbol duka, penghormatan, sekaligus perjuangan menuntut keadilan bagi korban.

Salah satu mahasiswi FIP Unima yang enggan disebutkan namanya mengatakan, aksi tersebut murni digelar atas dasar kemanusiaan dan solidaritas sesama mahasiswa.

“Dalam rangka kemanusiaan saja, untuk saudari Maria yang sudah berpulang. Kami datang ke sini untuk aksi seribu lilin untuk Maria,” ujarnya.

Ia berharap agar kasus ini dapat diusut secara tuntas oleh aparat penegak hukum dan tidak ditutup-tutupi.

“Harapan kami, kasus ini bisa diusut sampai tuntas. Kalau memang benar faktor saudari Maria berpulang karena hal tersebut, kami berharap kasus ini tidak ditutup-tutupi agar publik mengetahui kebenarannya,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia juga meminta pihak fakultas bersikap terbuka dan tidak menutup mata terhadap kasus yang mencederai dunia pendidikan tersebut.

“Kami berharap fakultas bisa transparan dalam menangani kasus ini, supaya tidak menimbulkan asumsi-asumsi liar di masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Alvin Roghu, alumni FIP Unima angkatan 2012, mengungkapkan keluarga korban telah mendapatkan pendampingan hukum. Pendampingan tersebut, kata dia, difasilitasi oleh anggota DPR RI Hillary Brigitta Lasut.

“Ada surat terakhir dari Maria. Berangkat dari surat itu, kami berkoordinasi dengan Ibu Hillary. Kami minta agar kasus ini benar-benar didorong untuk diusut,” jelas Alvin.

Ketika ditanya apakah terdapat dugaan korban lain sebelumnya, seorang mahasiswa yang enggan disebutkan namanya mengaku pernah mendengar kasus serupa di fakultas lain.

“Yang sempat viral itu di Fakultas Teknik, tapi selesai begitu saja,” katanya singkat.

Penulis: Raiza Makaliwuge

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here